Tampilkan postingan dengan label ziarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ziarah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Oktober 2009

MUJIZAT TERJADI DI MESIR..

Siapa tidak menyangka kota Cairo Mesir menerima mujizat Tuhan yang terbesar dimana Pegunungan Mokattam bagian Timur Cairo berpindah sejauh 3 (tiga) kilo meter kesebelah barat, berikut simak ceritanya :


Sekiranyanya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi dapat memindahkan gunung (Matius 17 : 20). Jika kita menghadapi masalah pasti Tuhan akan memberikan jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Seorang Khalifa Mesir pada Abad 10 atau tepatnya pada tahun 979 Masehi, namanya Kalifah AL-Mui'z Li Din Allah (nama tersebut mempunyai arti pengelola/ pembela agama Allah, dalam hal ini Islam) bertemu dengan Paus bernama Abraham bi Zara, Khalifa tersebut langsung bertanya kepada Paus tersebut katanya : “bukankah dalam Alkitab tertulis jika iman mu sebesar biji sesawai dapat memindahkan gunung ?”, langsung dijawab oleh Paus Abraham bin Zara : “Ia” ... dan Apakah Engkau percaya dengan Alkitab mu, dijawab Paus : “Ia...” dan Ia bertanya kepada Paus lagi : “apakah engkau percaya bahwa dapat memindahkan gunung ?” dan dijawab Paus : “Ia”... Khalifa langsung bukan meminta tetapi menyuruh Paus ini untuk memindahkan gunung, dan Khalifa menunjuk gunung Mokattam disebelah Timur Kota Cairo untuk pindahkan gunung itu...ke sebelah barat...dan dijawab oleh Paus bahwa “Kami tidak dapat berbuat apa-apa tanpa campur tangan dan pertolongan dari Tuhan.. Kemudian Kalifa menjawab dengan ancaman bahwa : “baiklah saya memberikan kamu kesempatan 3 (tiga) hari saja untuk memindahkan gunung Mokattam ini jika tidak maka risikonya semua orang Kristen di Cairo akan dibunuh.
Dengan segera Paus mengumpulan seluruh jemaatnya untuk berpuasa 3 (tiga) hari 3 (tiga) malam bahkan termasuk ternak mereka juga harus berpuasa. Dan akhir dari hari yang ketiga tersebut, Bunda Maria /Ibu Yesus menampakan dirinya dan berkata kepada Paus itu “Kamu jangan takut gunung itu pasti akan pindah”, caranya Paus harus mengundang Khalifa tersebut dan menemukan seseorang yang hanya mempunyai satu mata saja yang sedang membawa keranjang air dan Dia orangnya sangat baik dan beriman. Pertanyaannya kenapa harus mencari dan mendapatkan orang buta sebelah tersebut yang selanjutnya sibuta tersebut bernama Sant.Simon, sehingga Gereja Gua Batu ini bernama Sant.Simon:
Kisah Simon ini dikenal berhati mulia, mengapa matanya cuma satu, ternyata Sant.Simon menterjemahkan Alkitab secara harafiah : “kalau matamu merusak engkau maka harus dicungkil dari pada tubuh mu masuk neraka”. Menurutnya Ia melakukan dosa, yang mana Dia tukang Sol sepatu dengan tidak sengaja tunduk melihat aurat wanita, akhirnya si Sant. Simon mencungkil satu matanya. Disamping kerja tukang sol sepatu, dia juga membawa keranjang air, bekerja membantu orang miskin, orang lemah untuk distribusi air sungai nil. Karena ia berhati mulia maka ia dipilih Bunda Maria untuk mendampingi Paus Abraham bin Zara untuk saksi mujizat terbesar ini.
Selanjutnya hari keempat setelah berpuasa, Abraham bin Zara beserta Sant.Simon membawa Khalifa didaerah pegunungan tersebut, tiba pegunungan tersebut mereka berdoa selama 3 jam dan meneriakan ‘Kyrie Eleison’ ‘Kyrie Eleison’ dalam bahasa Yunani yang berarti ‘Lord, have mercy’ atau ‘Tuhan, kasihanilah kami’ sebanyak 412 kali dan mujizat terjadi pegunungan sebelah Timur itu terangkat dan matahari berada ditengah dasar berpijak, kemudian mereka berdoa terus dan pegunungan timur Mochatam berpindah kesebelah barat dengan jarak 3 kilo meter dari Kota Cairo, dan selanjutnya si Kalifa Almu’as berkata “stop-stop” aku telah melihat bagaimana tangan Tuhan Allah mu yang punya kuasa bekerja...
Setelah Kalifa ini melihat mujizat Tuhan maka Ia merasa bahwa pekerjaannya yang Ia geluti selama ini tidak ada artinya dihadapan Tuhan, akhirnya Ia menyerahkan dirinya untuk mengikuti Tuhan, kemudian hari berikutnya dia dibabtis menjadi orang kristen dan namanya berubah menjadi Stefanus.Untuk menghindari protes orang lain maka Stefanus pindah ke padang gurun.
Cerita ini telah tercatat dalam sejarah bangsa Mesir dan bahkan sampai menceritakan mengapa sampai Kalifa pindah ke padang gurun dan sampai mati melayani Tuhan.
Kalifa yang menjadi Stefanus dikuburkan di antara jalan Cairo dan Alexandria yang lokasinya disebut Aldi Allmakrun tetapi ada juga yang mengatakan bahwa tulang belulangnya dipindahkan ke Gereja Gantung / Al-Mu'allaqah (Hanging Curch) di Babylon (sekitar daerah kota Kairo lama) tetapi tidak ada dokumen yang menceritakan dengan jelas.

SEJARAH GEREJA SANT.SIMON
Orang – orang Kristen yang bekerja sebagai pengumpul sampah dikumpulkan Presiden Mesir Gamal Abdul Naser sejak tahun 1961 di tempat Gua Batu ini. Mereka ternyata hanya orang Kristen KTP hanya dari namanya saja orang Kristen, mereka tidak tau apapaun tentang Alkitab dan Tuhan Yesus, dan seseorang pengumpul sampah ini datang dari suatu tempat untuk mengumpul sampah, nama tempatnya disebut Sugra bertemu seorang Kristen, dan orang ini bertanya kepada pengumpul sampah ini katanya : apakah engkau kristen, dijawab ya... apakah engkau berpuasa dan mengikuti ibdah gereja, dan dijawab oh..tidak saya tidak melakukan hal itu. Karena penasaran maka orang Sugra ini datang ketempat pegunungan ini mencoba mengajarkan kekristenan, hal baik tentang ajaran-ajaran Tuhan Yesus, namun mereka tidak berubah dan akhirnya orang Sugra tersebut merasakan bahwa percuma mengajarkan kepada mereka dan dia memutuskan untuk tidak datang lagi ketempat ini, namun Tuhan megetuk hatinya agar jangan berhenti mengajar di tempat ini, kata Tuhan kamu harus menyelesaikan pekerjaanmu sampai selesai dan akhirnya ia menjadi pendeta ditempat ini namanya adalah pendeta Simon Abraham.
Kemudian pada tahun 1980 mereka mulai memotong batu untuk melebarkan tempat Gereja, kira-kira sebanyak 1,5 ton batu dipotong sehingga menjadi gua lorong yang besar, setelah 13 hari bekerja mereka mulai mengadakan kebaktian di tempat ini. Tempat ini ternyata merupakan Gereja terbesar di Mesir dengan kapastitas 15.000 sampai dengan 17.000 orang.
Pada saat membangun gua ini terjadi mujizat : ada satu orang anak tergilas truk proyek ini dan sudah pasti risikonya proyek ini akan ditutup karena dapat membahayakan keselamatan pekerja dan anak-anak sekitarnya, namun pendeta tsb berdoa bersama jemaat dengan sunggguh sungguh selama 7 hari dan akhirmya kepala anak tersebut tersambung kembali dan sampai sekarang anak itu masih hidup. Jadi tenyata mujizat itu terus ada dan banyak mujizat disini terjadi, yang lumpuh bisa berjalan, yang buta bisa melihat sehingga disatu kamar sebelah kiri pintu masuk terlihat banyak kursi roda yang disimpan disana sebagai bukti mujizat telah terjadi, kira-kira sudah 200 kali mujizat terjadi...
Ada mujizat disini yakni pada langit-langit gua gereja Sant.Simon tanpa dipahat secara alami mereka menemukan relif lukisan Bunda Maria sedang menggendung Putra Allah Yesus Kristus.

Jadi ternyata kita datang kesini bukan kebetulan tetapi semua rencana Tuhan untuk menyaksikan mujizat terbesar yang terjadi di gereja terbesar di negara Mesir. Pada saat kita ketempat itu, ada yang sudah malas untuk kesana mengingat tempatnya jauh, jorok penuh sampah- sampah, tenyata ada ribuan air mata yang tumpah ditempat ini, dari tempat ini sejarah pembangunan Mesir dimulai, dari tempat ini yang mustahil bagi manusia ternyata nyata dalam kehidupan ini, dari tempat ini iman kekristenan, gereja-gereja akan berkembang di Mesir ini, dari tempat ini orang-orang kafir, orang-orang tidak percaya Tuhan Yesus ingin membuktikan kalau kamu punya iman sebiji sesawi dapat membuktikannya sendiri, dari tempat ini para pemulung-pemulung sampah yang hidupnya tidak layak, kita sampai tutup mulut melihat mereka, tetapi mereka-mereka ini yang akan merubah Negara Mesir ini. Kita lihat ada roti yang dipenuhi lalat-lalat, tetapi mereka makan tidak sakit, tetapi kita yang makan 4 sehat lima sempurnah tetap sakit.
Pada perjalan ziarah kita yang terakhir kita dibawah kesini untuk meliah ada banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita dan puji Tuhan kita ada masuk dalam rencana Tuhan...ayat firman : “berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah karena merekalah yang empunya kerjaan Surga” kata berbahagia dan kata miskin disini secara fisik mereka ini tidak pantas dan layak, tetapi sebenarnya dari tempat ini mujizat-mujizat sedang berlangsung. Marilah kita mengambil bagian dalam rencana Tuhan
*) Sumber : (1). . Jenkins, S., 'Faith to Move Mountains', Cairo Times, 20 March-2 April 1997. (2). Ziarah di Cairo Mesir tanggal 12 Oktober 2009.

Rabu, 21 Oktober 2009

HOLLY LAND/TANAH SUCI


Tanah Suci berada di ujung Timur dari kawasan Mediterania, yang berbatasan dengan Libanon dibagian Utara, Syiria dan Yordania dibagian timur dan dibagian Selatan Gurun Sinai, dengan luas hanya sebesar 14.000 mil2, Selama ribuan tahun peziarah datang ke sini untuk bertemu dengan Tuhan karena dipercaya tTanah Suci Kota Yerusalem dipercaya sebagai pintu gerbang menuju surga. Belum pernah tercatat dalam sejarah satu kota suci pun yang lebih lama dihormati secara terus menerus oleh dunia. Tak ada satu kota pun yang mendapatkan perhatian dari dunia sedemikian besarnya. Seperti tercantum dalam nyanyian ziarah Daud : “Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku. Mari kita pergi ke rumah Tuhan. Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Jerusalem. Hai Jerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat ke mana suku - suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan, untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel “ (Mazmur 122 : 1-4).

Pada zaman kuno kawasan ini dilalui oleh jalur paling penting dalam komunikasi yang menghubungkan Mesir dengan Syiria dan Mesopotamia. Pada zaman modern, menjadi kawasan yang tidak pernah tenang dikarenakan sebagai tanah kelahiran dari tiga kepercayaan besar monotheisme dan merupakan bagian dari Timur Tengah, yang adalah jembatan bagi tiga benua. Kawasan ini adalah tempat dimana terdapat sisa-sisa dari peradaban paling kuno dunia, suatu kawasan dimana sepanjang sejarahnya merupakan pertemuan antara Timur dan Barat, tanah tempat para nabi dan Kristus, yang mana dengan ajaran dan hukum abadi, mengarahkan tindakan kemanusiaan berdasarkan keadilan dan hukum dengan melahirkan tiga kepercayaan monotheisme yakni Yahudi, Kristen dan Islam. Bagi kaum Yahudi ini adalah tanah perjanjian yang terdapat dalam Kitab Suci dan kejayaan masa lampau mereka, bagi kaum Kristen, ini adalah tanah dimana Kristus hidup dan menderita, tanah yang mendengar kata-kataNya yang agung dan menyaksikan segala perbuatanNya yang ajaib; bagi kaum Islam ini adalah tanah dimana Nabi Muhamad SAW terangkat ke Surga. Dari saat paling kuno sampai saat ini peziarah datang dari segala penjuru dengan kelelahan yang menyiksa, ketidaknyamanan, menghadapi segala risiko, untuk melihat tanah dengan sejarah dan kepercayaan yang luar biasa, tanah yang mereka kenal sejak masa kecil. Kawasan yang melahirkan kepercayaan dan kasih ini juga merupakan kawasan yang melahirkan peperangan, pertumpahan darah dan kesengsaraan. Sejak zaman kuno dan sampai sekarang ini perang diikuti oleh perang lain, kerusuhan diikuti dengan kerusuhan lain, memenuhi tanah suci dengan darah manusia. Tidak ada negara di dunia yang memiliki sejarah lebih dramatis dari Tanah Suci.

SEJARAH SINGKAT :

v Tanah Suci dikenal ketika Abraham dari tanah Ur Mesopotamia berangkat menuju Kanaan sekitar tahun 1950 Sebelum Masehi (SM).

v Tahun 1250 SM, Josua menyebrang sungai Yordan, menguasai tanah Kanaan dan membaginya kepada dua belas suku.

v Tahun 1200 SM, Kaum Filistin dari Kreta menduduki kawasan tersebut, dan tanah Kanaan diberi nama sesuai dengan nama mereka “Palestina”.

v Tahun 1025 SM, Saul dinobatkan menjadi Raja Israel yang pertama.

v Tahun 1004 -962 SM, Daud diangkat sebagai Raja Israel kedua.

v Tahun 965 – 922 SM, Salomo diangkat dan mendirikan Bait Allah.

v Tahun 1953 – 930 SM, Israel terbagi dua menjadi Israel dan Yudea.

v Tahun 721 SM, Bangsa Asyur menguasai Samaria dan membawa kesepuluh suku dari Kerajaan Utara ke pengasingan, sekaligus mengakhiri Kerajaan Israel.

v Tahun 587 SM Nebukadnezar menghancurkan Yerusalem dan Bait Allah dan membawa suku Yehuda ke pengasingan di Babilon.

v Tahun 539 SM Cyrus menjajah Babilon dan membolehkan kaum Yahudi untuk kembali ke Yerusalem. Bait Allah dibangun kembali oleh Zerubabel.

v Tahun 334 SM, Alexander yang Agung menjajah Palestina dan sampai dia meninggal kawasan tersebut dibawah kekuasaan Ptolemy dari Mesir.

v Tahun 198 SM, Antiochus ke III dari Syiria mengalahkan Mesir dan Palestina dalam kekuasaan Seleucid.

v Tahun 175 SM, Antiochus ke IV menjadi Raja. Ia mencemarkan persembahan kepada Yahwe dan menodai Bait Allah dengan mepersembahkan babi pada altar Bait Allah.

v Tahun 64 SM, Pompey menjajah Palestina.

v Tahun 40 SM, Bangsa Parthians mengejutkan bangsa Roma dengan serangan mendadak dan menguasai kawasan tersebut.

v Tahun 39 SM, Herodes yang Agung mengusir bangsa Parthians dan berkuasa sampai abad 4 SM.

v Tahu 4 – 1 SM, Tuhan Yesus lahir.

v Tahun 30 Masehi (M) Tuhan Yesus disalibkan.

v Tahun 66 M, Bangsa Yahudi memberontak dibawah pimpinan kaum Zealots.

v Tahun 70 M, Titus memberantas pemberontak Yahudi dan meluluhlantakan Yerusalem.

v Tahun 132 -135 M, Kaum Yahudi kembali memberontak untuk kedua kalinya dibawah pimpinan Bar Kokhba. Pemberontakan tersebut menjatuhkan Hadrian yang menghancurkan Yerusalem dan membangunnya kembali sebagai kota Romawi Aelia Capitolina.

v Tahun 330 – 634 M, Palestina beralih dibawah kekuasaan Bynzantium. Setelah konversi Konstantin, kekristenan menyebar secara luas. Banyak gereja didirikan.

v Tahun 614 M, Bangsa Persia menguasai Palestina, Ribuan umat Kristen dibunuh dan ratusan gereja dihancurkan.

v Tahun 636 M, Kaum Muslim menguasai Palestina dan menjadikannya kota suci yang ketiga.

v Tahun 1009 Fatimid Khalif Hakem menghancurkan Gereja Makam Suci serta bangunan Kristen lainnya yang menyulut perang dan dendam antar Timur dan Barat dalam Perang Salib selama 200 tahun.

v Tahun 1099 M, Yerusalem dikuasai oleh Ksatria Perang Salib dan Kerajaan Latin didirikan di Yerusalem.

v Tahun 1187 M, Saladin, Pangeran muslim dari Mesir, mengalahkan Ksatria Perang Salib di daerah Tanduk Hittin dan mengakhiri kekuasaan mereka atas Yerusalem.

v Tahun 1263 M, Mameluke, Sultan Beybars dari Mesir, menguasai daerah kekuasaan Ksatria Perang Salib yang tersisa dan menguasai kota-kota pesisir pantai selama 250 tahun.

v Tahun 1400 M, Bangsa Mongol dibawah wilayah Timur Tengah menguasai Palestina.

v Tahun 1517 M, Kekaiseran Ottoman dari Turky menguasai Palestina dan berkuasa disana selama 400 Tahun.

v Tahun 1917 M, Palestina beralih ke bawah kekuasaan sekutu pada Perang Dunia I dibawah pimpinan Jendral Allenby. Pada tahun inilah dikeluarkan Deklarasi Balfour yang menyatakan Palestina sebagai tanah air bangsa Yahudi.

v Tahun 1922 Mandat atas Palestina oleh Inggris disetujui oleh Liga Bangsa-Bangsa.

v Tahun 1947 PBB mengadopsi rencana pemisahan Palestina antara Israel dan Yordania.

v Tahun 1948 Mandat Inggris berakhir dan pada tanggal 14 Mei 1948 Perwakilan Yahudi Nasional mendirikan negara Israel. Peperangan antar Yahudi dan bangsa Arab dimulai.

v Tahun 1948, Perang berakhir dan gencatan senjata ditandatangani antara Israel, Mesir, Syria, Yordania dan Libanon. Palestina dibagi antara Israel dan Yordania.

v Tahun 1967 tanggal 5 Juni, terjadi pecah perang antara bangsa Arab dan Israel. Perang tersebut berakhir setelah 6 hari dan Israel menguasai Jazirah Sinai, Dataran Tinggi Golan dan Tepi Barat sungai Yordan.

v Tahun 1973 tanggal 6 Oktober, kembali pecah perang antara bangsa Arab dan Israel. Setelah 16 hari bertempur diakhiri dengan gencatan senjata. Kita sama-sama berharap damai akan lahir nanti; bangsa Yahudi dan Arab yang sebelumnya hidup damai berabad-abad akan mencapai perdamaian setelah dendam selama berpuluh tahun dan akan bekerjasama kembali untuk kemakmuran dan masa depan kawasan ini.

v Tahun 1979, Presiden Mesir, Anwar Sadat berkunjung ke Israel dan diikuti dengan penandatanganan perdamaian antar keduanya dan akhirnya Pegunungan Sinai dikembalikan kepada Mesir.

*). Sumber : buku “Jerusalem” by Sami Awwad dan literatur lain yg mendukung

Minggu, 27 September 2009

BETLEHEM

BETLEHEM
Kota BersejarahBetlehem adalah sebuah kota mungil di Yudea. Dalam bahasa Arab, nama Betlehem diartikan “rumah daging”, tetapi dalam bahasa Ibrani, artinya “rumah roti”. Untuk pertama kalinya kota ini disebut dalam Kitab Kejadian 35:19 sehubungan dengan Rahel, istri Yakub ; “Setelah Rahel meninggal, ia dikuburkan di sisi jalan yang menuju ke Efrata, yang sekarang bernama Betlehem”. Dari kota ini berasal Raja Daud (1 Sam 17:12) yang melalui Nabi Natan menerima janji Allah mengenai kedatangan Mesias; “Untuk selama-lamanya seorang dari keturunanmu akan memerintah sebagai raja (2 Sam 7:16).Janji ini terlaksana dalam diri Yesus Kristus yang juga lahir di Betlehem. Ketika Kaisar Agustus mengadakan sensus penduduk di seluruh kekaisarannya, Maria dan Yosef berangkat dari Nazaret ke Betlehem, karena mereka berdua adalah keturunan Daud, jadi harus mendaftarkan diri di tempat asalnya. " Ketika mereka disitu tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan kain lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat lain bagi mereka di rumah penginapan" (Luk 2 : 6-7). Di masa kini, Betlehem didiami oleh orang-orang Arab beragama Kristen. Banyak di antara mereka menyibukkan diri dengan produksi berbagai benda agama yang dijual sebagai souvenir di seluruh Israel.
Halaman dan tembok utama Basilika KelahiranPara peziarah harus melewati sebuah halaman luas dan cukup panjang untuk sampai ke Basilika Kelahiran yang bagian luarnya tampak mirip sebuah benteng. Basilika itu diapit oleh tiga biara : Katolik (OFM), Ortodoks Yunani dan Ortodoks Armenia. Dahulu kala ada 3 pintu masuk ke dalam basilika, tetapi sekarang tinggal 1 pintu saja, lagi pula rendah sekali. Tinggi pintu ini atas persetujuan wakil semua agama yang memelihara tempat suci ini, untuk pertama kali direndahkan dengan sengaja semasa Perang Salib, dan untuk kedua kalinya semasa serangan-serangan tentara Turki (abad XVII), agar musuh jangan sampai memasuki gereja dengan kuda-kudanya. Kenyataan historis ini diperindah dengan sebuah interpretasi saleh : "untuk memasuki basilika, para peziarah harus merendahkan diri, Sabda Allah telah menjadi seorang anak kecil bagi manusia, maka manusia pun harus berusaha menjadi kecil di hadapan Allah". Para penghuni Betlehem menamakan pintu ini sebagai "pintu kerendahan hati" karena orang harus tunduk merendahkan diri untuk melaluinya.
Sejarah Basilika Kelahiran YesusTempat kelahiran Yesus diingat baik-baik oleh para penduduk Betlehem, sehingga mereka menghormatinya turun temurun. Namun demi menghina agama Kristen, di tempat itu pada tahun 135, Kaisar Hadrianus mendirikan sebuah kuil dewa Adonis. Gereja pertama di Betlehem didirikan pada awal abad IV (tahun 326) atas prakarsa Kaisar Konstantinus dan ibunya, Helena, setelah terlebih dahulu kuil Adonis itu dirubuhkan.
Pada tahun 529, sebagian Basilika Kelahiran dihancurkan oleh orang-orang Samaria yang memberontak terhadap pemerintahan Kristen Bizantium. Pada tahun 570 basilika direnovasi dan diperluas oleh Kaisar Yustinianus. Pada dasarnya, bangunan ini bertahan sampai sekarang. Waktu Persia menyerang Tanah Suci (tahun 614), semua gereja dan tempat suci Kristen dihancurkan, tetapi Basilika Kelahiran luput, karena tentara Persia melihat pada tembok utamanya sebuah gambar dengan tiga orang Majus yang menyembah Yesus. Berdasarkan pakaian para majus itu, tentara Persia mengakui mereka sebagai warga negaranya sendiri.
Tembok-tembok basilika aslinya dihiasi dengan mosaik-mosaik indah, tetapi sekarang tinggal sisanya saja. Di sebelah kanan basilika terdapat gambar silsilah Yesus Kristus, sedangkan di sebelah kirinya ada gambar ekaristi yang bersumber pada Yesus. Di lantai utama basilika, di tempat yang sedikit lebih rendah dari permukaan lantai, dapat dilihat sisa mosaik yang berasal dari zaman Konstantinus.
*) Sumber : Nazarinus.com, ziarahisrael.blogspot.com.

TAMAN GETSEMANI




Getsemani, dalam bahasa Ibraninya “Gat Shemanim” yang artinya Kilang Minyak Zaitun terletak di kaki Bukit Zaitun. Keaslian bentuk dan suasana dari Taman Getsemani masih ukup dipertahankan sampai saat ini, meskipun kota Jerusalem yang berhadapan dengannya telah berulangkali mengalami penghancuran dan pembangunan kembali. Menurut Injil Lukas, pada waktu kunjungannya yang terakhir ke Yerusalem, “Pada siang hari Yesus mengajar di Bait Allah dan pada malam hari Ia keluar dan bermalam di gunung yang bernama Bukit Zaitun” (Luk 21:37). Jadi, dengan meyeberangi Kidron, Yesus mendaki lereng Bukit Zaitun untuk mencari tempat penginapan di rumah keluarga sahabatnya di Betania (bdk. Mat 21:17) ataupun pergi langsung ke Getsemani yang kiranya menjadi milik salah seorang muridnya. Lukas mencatat dalam Injilnya, bahwa sehabis Perjamuan Terakhir, “Lalu pergilah Yesus keluar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun” (Luk 22:39), sedangkan Yohanes menulis bahwa : “Yudas, yang menghkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya” (Yoh 18:2).
Ke taman inilah Yesus pergi berdoa setelah makan Perjamuan Terakhir bersama muridNya. Dan di taman inilah Yesus menjalani masa terakhir kehidupanNya di dunia dan mengalami rasa takut yang luar biasa layaknya manusia biasa, namun Ia menerima dengan pasrah kehendak BapaNya di Surga untuk menderita dan mati di Salib untuk menanggung segala dosa umat manusia. Dulu seluruh Getsemani dikelilingi tembok yang disusun dari batu-batu. Taman itu penuh dengan pohon-pohon zaitun.
Ada pula sebuah gua yang dipakai untuk bermalam serta peralatan untuk memproduksi minyak. Pada malam menjelang wafatnya, Yesus memasuki Getsemani dan menyuruh para rasulnya menunggu di gua, katanya, “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa” (Mat 26:36). Pada malam itu, Yesus mengalami sejenis sakratulmaut yang dahsyat. Ia berdoa : “Ya Bapa-ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan in dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi”(Luk 22:42). Peristiwa ini digambarkan di atas altar utama Gereja Getsemani.
Karena sangat tertekan, Yesus didatangi seorang malaikat yang menguatkannya. Ia sangat menderita secara batin sehingga ia makin sungguh-sungguh berdoa. Keringatnya seperti darah menetes ke tanah (Luk 22:42-44). Menurut laporan Eteria yang berziarah ke Tanah Suci pada abad IV, di kaki Bukit Sion sejak dahulu ada sebuah gereja di tempat Yesus berdoa. Gereja kedua berdiri di tempat adanya gua. Tidak jauh dari gua itu Yesus didatangi Yudas yang menciumnya. Sesudah itu Yesus ditangkap dan dibawa kepada Mahkamah Agama Yahudi. Pada saat ini di Taman Getsemani ada delapan pohon zaitun yang sudah sangat tua sekali.
Taman GetsemaniDi Taman Getsemani masa kini masih ada 8 pohon zaitun yang sudah sangat tua usianya. Diperkirakan umurnya sudah lebih dari 3000 tahun. Jadi dapat dipastikan bahwa pada saat Yesus berdoa menghadapi sakrat mautNya di Taman ini pada hari "Kamis Malam", pohon-pohon tersebut sudah ada disana dan menjadi saksi akan perstiwa tersebut. Ke delapan pohon zaitun tersebut masih tetap berbuah sampai saat ini. Perlu juga diketahui bahwa pohon zaitun itu tidak pernah mati kecuali akarnya dibakar. Para peziarah abad XIII dan XIV menyebut taman ini sebagai Ladang Bunga atau Taman Bunga. Setelah taman ini dikuasai oleh orang-orang Islam, tanahnya dibagi-bagi menjadi banyak kavling kecil.
Para peziarah Kristen zaman dulu membeli di sini buah-buahan atau daundaun zaitun ataupun bunga-bunga yang tumbuh di taman ini. Baru sejak tahun 1666 taman itu menjadi milik ordo OFM, lalu keseluruhannya dikelilingi tembok.
*) Sumber : Nazarinus.com, ziarahisrael.blogspot.com.

YERUSALEM



Gerbang-gerbang Kota JerusalemYerusalem sekarang dihuni oleh kurang lebih 500 ribu orang dan terbagi atas Kota Lama dan Kota Baru. Di Kota Lama terdapat delapan pintu gerbang megah. Yang terbesar dan yang dianggap terindah ialah Gerbang Damaskus, di sebelah utara Kota Lama, karya Sulaiman pada tahun 1542. Ia mendirikannya di atas fundamen gerbang terdahulu, dari zaman Roma. Inilah gerbang yang paling ramai dilewati pada masa kini. Gerbang Baru, di sebelah utara, dibuka pada tahun 1887 sebagai sarana penghubung antara bagian Kristen dan lembaga-lembaga Katholik di luar tembok kota. Gerbang Jaffa membuka jalan ke arah pelabuhan Jaffa. Gerbang Sion, di sebelah selatan, menghubungkan bagian Armenia dengan Gunung Sion, di mana terletak Ruangan Perjamuan Terakhir. Gerbang Sampah terletak dekat Tembok Ratapan. Di bawahnya mengalir air buangan menuju Lembah Kidron. Gerbang Emas mengarah ke halaman Bait Suci dari sebelah timur; nama lainnya : Gerbang Belaskasih. Menurut tradisi yang dikenal sejak abad VII, Yesus bersama para rasulnya memasuki Yerusalem dengan meriah melalui gerbang ini. Peristiwa tersebut diperingatkan kini sebagai Minggu Palem. Di dekat gerbang ini (yang dahulunya bernama Pintu Indah) Rasul Petrus menyembuhkan seorang lumpuh sejak lahir (Kis 3). Gerbang Emas ditutup sejak masa pemerintahan Saladin (abad XII). Menurut tradisi Yahudi, Mesias kelak akan memasuki Yerusalem lewat gerbang ini. Hal ini didasarkan pada nubuat yang tercatat dalam kitab Yeremia. Bunyinya begini : “Kemudian laki-laki itu menuntun aku ke gerbang luar di sebelah timur lingkungan Rumah Tuhan. Gerbang itu tertutup. Tuhan berkata kepadaku, Gerbang ini harus tetap tertutup dan tak boleh dibuka. Tak seorang pun boleh memasukinya, sebab Aku, Tuhan Allah Israel, telah masuk ke RumahKu melalui gerbang ini. Jadi gerbang ini harus tetap tertutup. (Yer 44:1-3). Gerbang Singa ada di sebelah timur Kota Lama. Namanya mengacu kepada ukiran singa pada temboknya. Tetapi gerbang ini bernama lain pula, yaitu Gerbang St. Stefanus yang dibunuh di dekatnya. Gerbang terakhir, di sebelah utara, bernama Gerbang Herodes, karena secara salah dikaitkan dengan Istana Herodes Agung; namanya yang lain : Gerbang Bunga. Gerbang ini pernah ditutup sampai tahun 1875.